Museum MPU Tantular
Museum MPU Tantular
Pagi
hari jam 9 saya sampai di museum MPU Tantular di daerah Sidoarjo, Jawa Timur
bersebelahan dengan daerah surabaya. Sebelum masuk saya dan kawan – kawan
berkumpul di halaman museum MPU Tantular untuk penjelasn tugas dan jadwal untuk
UAS. Pagi itu mata hari bersinar terang dan memancarkan panas yang terik.
Stelah selesai untuk membahas tugas dan lain – lainnya kami menghitung
banyaknya peserta dan mengumpulkan uang untuk tiket masuk museum sebesar Rp
3000 per orang.
Pada bagian halaman terdapat 4
patung budha yang menunjukkan arah mata angin dengan bentuk lipatan tangan yang
berbeda – beda pada setiap arah.
Pada bagian depan museum dipajang
batu arca peninggalan kerajaan jaman dahulu yang tentunya itu hanya replika.
Saat memasuki pintu masuk
terdapat banner besar yang berisi tentang harga tiket, tatacara membeli tiket
dan cara untuk menyerap ilmu yang disajikan oleh museum.
Pada samping kiri pintu masuk
terdapat macam – macam jenis batu alam dengan jumlah dan nama yg sulit diingat.
Melihat – lihat sekitar dan
ternyata masih dalam ruang lingkup tentang batu tetapi kali ini sedikit aneh
dari bentuk – bentuk batu pada umumnya. Batu yg terpajang berbentuk seperti
helem halus dan terlihat mengkilap pada bagian atasnya. Saat dilihat – lihat
ada sesuatu yang terlihat aneh ternyata ada sesuatu yang menyerupai tengkorak
manusia. Saat melihat benda menyerupai tengkorak itu mulai lah terpikir sebuah
pertanyaan “ apakah batu – batu berbentuk helem itu juga tulang manusia? “.
Melihat – lihat lagi sekeliling
ternyata masih batu dan beberapa tulang hewan. Jadi bagian depan didominasi
oleh batu dan tulang.
Lanjut masuk mengikuti lika –
liku jalan museum ternyata ada pot besar yang sedikit mirip dengan logo apple
dengan cuilan besar di sisinya. “ hmm... mungkin boss apple pernah berkunjung
ke museum ini dan terinspirasi dengan potnya ha...ha...“.
Lanjut lagi, ada aksesori jaman
dahulu terbuat dari batu dan beberapa dari tembaga. “ Ih ada gajah kelihatannya
dari logam “.
Masuk lebih kedalam disambut lagi
dengan batu dan logam berbentuk senjata. “ jadi males sih lihatnya “.
Lanjut lagi, ada lempengan logam
seperti plat nomor kendaraan didekati terlihat goresan berbentuk seperti
tulisan “ pas mau dibaca ._. eh gak ngerti tulisannya apa “ tulisan jawa kuno.
Ikut arus meliuk jalan museum
bertemu kembali bersama patung mirip dengan yang di depan.
Masuk lagi, bertemu uang kuno “
hmm.. duit *o* tapi sayang ga bisa kepake `-` “ sudah lah lanjut saja.
Perjalanan sudah terasa panjang
bertemu kembali dengan batu tetapi kali ini terlihat telah dibentuk. Bentukan
batunya mini – mini.
Semakin kedalam terlihat pintu
keluar tetapi ada sesuatu mirip vas bunga dan poci. “ eh kok ada yg aneh ya
mirip kura – kura atau apalah itu “ cari di gambar saja.
Ternyata masih harus menaiki
tangga. Seperti drum atau kursi ternyata setelah dibaca itu adalah nekara
sebagai alat ritual upacara.
Mulai bosan menyusuri museum
terlihat benda – benda jaman dahulu ada yg seperti penggulung sushi, peti
hartakarun, kertas contekan dan lain lainnya.
Ada sesuatu yg menarik di sini,
pistol jaman dahulu yang unik “ kenapa unik? Karena bentuknya seperti
terompet!! Kira – kira kenapa ya dibentuk seperti terompet? “.
“ hmm ini senapan atau meriam? Besar banget “.
Ternyata ini zona alat – alat perang pada jaman dahulu.

Ini adalah batik kesenian asli
indonesia yg telah diakui oleh dunia dan teknik pembuatan secara tradisonalnya
terbilang susah karena dikerjakan manual dengan menuaikan cairan lilin diatas
kain garis demi garis.
Perjalanan masih panjang, naik
tangga menuju lantai 2 terlihat seperti zona budaya. Ada karaban sapi, batik
dan poci. “ kayanya tadi sudah lihat yang beginian “.
Di sekitarnya ada zona teknologi
iptek banyak pajangan yg memperlihatkan perkembangan teknologi pada masa lalu
Lanjut ke gedung sebelahnya dan
sepertinya ini sudah tempat yang terakhir. Kali ini ada alah tempat full dengan
budaya lokal. Ada wayang, alat musik, reog dan macam – macam lainnya.
Yg
ini bernama reog ponorogo berasal dari daerah ponorogo biasanya penampilan reog
ponorogo ditampilkan sebagai tradisi tahunan di sana.










































Komentar
Posting Komentar